Ucapan selamat ini yang berkali-kali dikumandankan secara lisan maupun tulisan oleh hampir setiap orang yang merayakannya. Pada saat bertemu di jalan, membaca sms, dapat telfon bahkan di bbm dan twitter pun tidak henti-hentinya membaca ucapan ini.
Suasana menjadi berbeda untuk kesekian kalinya dalam setahun lagi. Ada rasa gembira, haru, tawa, sedih, bahkan bangga atas kemenangan selama 30 hari berpuasa menahan godaan lapar, dahaga dan perasaan.
Dari berbagai macam perasaan ini, apakah kita benar-benar dapat menghayati apa arti Lebaran sebenarnya?
Sering membaca dan menonton tentang hari besar agama lain membuat saya sedikit ingin mengetahui makna lebaran yang sebenarnya. Misalnya pada saat Natal, semua orang saling berbagi, makan bersama, berdoa bersama untuk kemakmuran hidup, beramal, dan memberi kesempatan bagi orang untuk mendapatkan apa yang mungkin jarang ia rasakan.
Namun, meskipun lebaran mencakup semua ini. Tidakkah lebaran memiliki arti lain?
Teringat akan Eyang yang terbaring di rumah sakit karena stroke. Belom sadarkan diri, masih di ruang ICU dan dalam keadaan cukup kritis menyadarkan bahwa kita tidak hanya perlu memberi bagi orang yang tidak mampu pada saat lebaran, bersilaturahmi dan bermaaf-maafan tetapi juga sangat perlu mendoakan orang-orang yang sakit keras ini.
Mereka sedang diuji, menjalani kehidupan yang amat berat dan juga tersakiti. Apakah mereka juga dapat merasakan hari Lebaran? Apakah mereka merasa menang dan gembira juga?
No comments:
Post a Comment